Sejarah Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek, juga dikenal sebagai Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi, adalah yang paling penting di antara festival tradisional Tionghoa. Asal mula festival Tahun Baru Imlek dapat ditelusuri kembali ke sekitar 3.500 tahun yang lalu.

Tahun Baru Imlek telah berkembang dalam jangka waktu yang lama dan adat istiadatnya telah mengalami proses perkembangan yang panjang.

sejarah tahun baru imlek

sejarah tahun baru imlek

Legenda Asal Mula Tahun Baru Imlek

Seperti semua festival tradisional di Tiongkok, Tahun Baru Imlek penuh dengan cerita dan mitos. Salah satu yang paling populer adalah tentang binatang mitos Nian (/ nyen /), yang memakan ternak, tanaman, dan bahkan orang-orang pada malam tahun baru. (Sangat menarik bahwa Nian, ‘binatang tahunan’, terdengar sama dengan ‘tahun’ dalam bahasa Cina.)

Untuk mencegah Nian menyerang orang dan menyebabkan kehancuran, orang menaruh makanan di pintu mereka untuk Nian.

Konon, seorang lelaki tua yang bijak mengetahui bahwa Nian takut dengan suara keras (petasan) dan warna merah. Jadi, orang-orang meletakkan lentera merah dan gulungan merah di jendela dan pintu mereka untuk mencegah Nian masuk. Bambu berderak (kemudian diganti dengan petasan) dinyalakan untuk menakut-nakuti Nian pergi.

Asal Tahun Baru Cina: Di Dinasti Shang

Tahun Baru Imlek telah menikmati sejarah sekitar 3.500 tahun. Awal tepatnya tidak dicatat. Beberapa orang percaya bahwa Tahun Baru Imlek berasal dari Dinasti Shang (1600–1046 SM), ketika orang-orang mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur di awal atau akhir setiap tahun.

Kalender China “Tahun” Didirikan: Pada Dinasti Zhou

Istilah Nian (‘tahun’) pertama kali muncul pada Dinasti Zhou (1046–256 SM). Sudah menjadi kebiasaan untuk mempersembahkan korban kepada leluhur atau dewa, dan menyembah alam untuk memberkati panen pada pergantian tahun.

Tanggal Tahun Baru Cina Telah Diperbaiki: Pada Dinasti Han

Tanggal festival, hari pertama bulan pertama dalam kalender lunar Tiongkok, ditetapkan pada Dinasti Han (202 SM – 220 M). Kegiatan perayaan tertentu menjadi populer, seperti membakar bambu untuk membuat suara retakan yang keras.

Dalam Dinasti Wei dan Jin

Pada dinasti Wei dan Jin (220–420), selain menyembah dewa dan leluhur, orang-orang mulai menghibur diri mereka sendiri. Kebiasaan sebuah keluarga berkumpul untuk membersihkan rumah, makan malam, dan begadang di malam tahun baru berasal dari masyarakat umum.

Lebih Banyak Aktivitas Tahun Baru Imlek: Dari Dinasti Tang hingga Qing

Kemakmuran ekonomi dan budaya selama dinasti Tang, Song, dan Qing mempercepat perkembangan Festival Musim Semi. Adat istiadat selama festival menjadi serupa dengan zaman modern.

Menyalakan petasan, mengunjungi kerabat dan teman, serta makan siomay menjadi bagian penting dari perayaan tersebut.

Kegiatan yang lebih menghibur muncul, seperti menonton tarian naga dan singa selama Pameran Kuil dan menikmati pertunjukan lentera.

Fungsi Festival Musim Semi berubah dari agama menjadi hiburan dan sosial, lebih seperti saat ini.

Di Zaman Modern

Pada tahun 1912, pemerintah memutuskan untuk menghapus Tahun Baru Imlek dan kalender lunar, tetapi mengadopsi kalender Gregorian sebagai gantinya dan menjadikan 1 Januari sebagai awal resmi tahun baru.

Setelah 1949, Tahun Baru Imlek diubah namanya menjadi Festival Musim Semi. Itu terdaftar sebagai hari libur nasional nasional.

Saat ini, banyak aktivitas tradisional menghilang tetapi tren baru telah muncul. CCTV (China Central Television) Gala Festival Musim Semi, belanja online, amplop merah WeChat, dan perjalanan ke luar negeri membuat Tahun Baru Imlek lebih menarik dan berwarna.

Sumber: Chinese New Year History