Sejarah Lentera lampion merah dan kembang api tahun baru imlek

Sejarah dan asal-usul raksasa Nian

Seperti yang kita ketahui setiap pergantian tahun baru imlek dan perayaan cap go meh selalu diwarnai dengan hiasan lentera lampion dan kembang api dan petasan. Lentera lampion terbuat dari kertas yang berwarna merah yang di dalamnya ada sumbu api kecil. Bukan hanya pada saat perayaan tahun baru imlek saja tapi juga dalam keseharian lampu lampion tadi menghiasi malam di tiap rumah dan jalan-jalan.

Pada buku Jingchu sui shi ji, terdapat catatan kebiasaan peringatan tahun baru imlek. Buku tersebut ditulis oleh Zong Lin pada tahun 501-565 BE, dalam buku tersebut diceritakan tentang legenda seekor raksasa yang bernama Nian. Menurut hikayat dalam buku tersebut terjadi pada zaman dinasti selatan yaitu tahun 420-598 BE. Nian adalah raksasa yang ganas yang sering memakan manusia, ternak, hasil panen dan termasuk penduduk desa. Nian selalu muncul pada musim dingin. Mengenai asal-usul nian sendiri tidak diketahui secara pasti. Ada riwayat yang mengatakan asal-usul Nian berasal dari pegunungan dan ada juga sebagian menyebutkan Nian berasal dari dasar lautan.

Nian

Ilustrasi Nian

Untuk melindungi dari serangan raksasa Nian, Para penduduk desa meletakkan makanan di depan pintu rumah meraka setiap awal tahunnnya agar tidak dimangsa oleh raksasa Nian. Menurut legenda yang berkembang, jika meletakkan makanan sebagai persembahan maka mereka aman dari mangsa Nian. Jika melihat makanan yang disediakan penduduk maka raksasa Nian akan menyantap makanan tersebut dan tidak akan memakan manusia dan hewan ternak peliharaan penduduk serta hasil panen penduduk tidak akan diganggu.

 

Sejarah dan asal-usul lampion merah dan petasan tahun baru imlek

lentera lampion tahun baru imlek

Bagaimana dengan asal-usul petasan serta lampu lampion? Melanjutkan kisah sebelumnya. Pada suatu hari, penduduk melihat nian lari ketakutan padahal seperti yang kita ketahui raksasa Nian adalah mahkluk yang besar dan ganas serta menakutkan. Mengapa Nian ketakutan seperti itu? Setelah diselidiki ternyata Nian ketakutan setelah bertemu anak kecil yang memakai baju berwarna merah. Melihat hal tersebut penduduk mempercayai Nian takut dengan warna merah yang dikenakan anak kecil tadi. Sejak saat ini setiap tahun baru imlek penduduk memasang lampu lentera atau lampion yang berwarna merah, agar Nian tidak berani mendekati tempat tinggal penduduk. Sejak saat itu, legenda tentang pengusiran nian dengan sesuatu yang berwarna merah terus menjadi tradisi bahkan sampai acara perayaan tahun baru. ada sebagian riwayat mengatakan bahwa nian tidak menyukai suara yang hingar bingar. Sehingga ritual dan adat istiadat petasan juga menjadi sebuah kewajiban agar nian tidak kembali menggangu manusia.

Sejak berhasil mengetahui kelemahan Nian, maka setiap tahun baru penduduk tidak lagi ketakutan dan memberikan makanan persembahan lagi. Konon Nian sendiri sudah menjadi kendaraan Honjun Laozu yang merupakan dewa Taoisme dal kisah Fengsheng Yanyi.