Ramalan kecocokan jodoh berdasarkan nama pasangan dan tanggal lahir

Kecocokan jodoh seseorang dapat dilihat melalui nama panggilannya dan pasangannya. Perhitungan ramalan jodoh jawa tidak hanya menggunakan tanggal lahir untuk mencari kecocokannya, tapi juga dapat menggunakan nama. baik itu nama depan dan juga nama belakang.

Nama memang memiliki keunikan khusus, Dengan nama ini kita dapat memanggil seseorang. Walaupun ada ungkapan “apalah arti sebuah nama”, akan tetapi bagi masyarakat jawa, nama memiliki peranan penting untuk menentukan masa depan seseorang termasuk kecocokan jodoh dengan pasangannya setelah menikah.

Setiap orang memiliki nama, baik itu nama panggilan maupun nama lengkap. Untuk masyarakat indonesia dan jawa biasanya nama panggilan itu diambil dari nama depan.

Dalam perhitungan jodoh jawa, nama memiliki keterkaitan dengan masa depan dari kedua pasangan yang akan menikah. Nama yang diberikan orang tua memiliki arti dan makna yang bisa dicari di kitab primbon.

Kecocokan jodoh berdasarkan nama pasangan calon pengantin, dapat dihitung berdasarkan kitab primbon. Yang dimaksud disini adalah nama lengkap, baik itu nama depannya ataupun nama depan dan nama belakang. Tapi pada umumnya nama panggilan juga diambil dari nama depan. Misalnya nama di ktp agustiar junaidi. nama depan agustiar, nama belakang junaidi. Nama panggilan agustiar, sama dengan nama depannya.

Perhitungan jodoh berdasarkan nama itu ada banyak versi, seperti dari nama panggilan, dari nama depan, atau dari nama depan dan belakangnya. Pada artikel ini kami akan membahas versi berikut:

1. Berdasarkan Huruf Depan Nama pengantin laki-laki dan perempuan

Petung(perhitungan) salaki rabi yakni pedoman menentukan jodoh berdasarkan nama, hari, kelahiran dan neptu. Adapun dasar perhitungan salaki rabi menggunakan Primbon Betaljemur Adammakna.

Menghitung perjodohan dengan primbon ini dilakukan dengan cara menggabungkan nilai aksara pertama nama calon pengantin, kemudian dibagi 5. Sisa dari pembagian tersebut itulah lambang dari perjodohan.

Cara ini hanya mengambil huruf depan dari kedua calon pengantin. Pembagian ini menggunakan neptu aksara. Neptu aksara dapat dibagi 5, 7 dan 9. “Berdasarkan huruf nama pengantin lelaki dan perempuan, hanya diambil huruf yang paling depan, neptu huruf dijumlahkan dibagi 5”.

Nilai aksara nama itu disesuaikan dengan aksara Jawa yaitu: Ha (1), Na (2), Ca (3), Ra (4), Ka (5), Da (6), Ta (7), Sa (8), Wa (9), La (10), Pa (11), Da (12), Ja (13), Ya (14), Nya (15), Ma (16), Ga (17), Ba (18), Ta (19), Nga (20).

1. Sri, slamet lumintu rejekine, “sejahtera”, “selamat dan banyak rejeki”
2. Lungguh, duwe pangkat, “berkedudukan”, “punya pangkat”
3. Gedhong, sugih, “rumah”, “kaya, sejahtera”
4. Lara, kangelan, “sakit”, “kesulitan, susah”
5. Pati, sengsara utawa kerep kepaten,”kematian”, “menderita karena ada yang meninggal”. (Tjakraningrat, 1965:15).

Penghitungan berdasarkan nama calon pengantin, hanya diambil huruf terdepan saja. Miturut aksara jenenge panganten lanang lan wadon, mung kajupuk aksarane kang ngarep dhewe, neptune aksara kagunggung kabage 5 (Noeradyo: 15).

2. Berdasarkan Huruf Depan dan Belakang Nama pengantin laki-laki dan perempuan

Penghitungan dengan mengambil huruf depan dan huruf belakang dari nama calon pengantin. Miturut aksara jenenge panganten lanang wadon, mung kajupuk aksarane kang ngarep dhewe lan mburi dhewe, Neptune aksara kagunggung kabage 7 (Noeradyo: 15). “Berdasarkan huruf nama pengantin lelaki dan perempuan, hanya diambil huruf paling depan dan paling belakang, neptu huruf dijumlahkan dibagi 7”. Sisa penjumlahan mempunyai makna berikut.

ramalan jodoh berdasarkan nama

1. Tunggak tan semi, akeh mati anake
Tunggak tan semi berarti “batang pohon yang patah dan tidak bisa bersemi kembali, anaknya banyak yang meninggal”

2. Pisang punggel, pegat, “pisang yang patah pucuknya, bercerai”
Dua penghitungan di atas, menggunakan simbolisme tanaman. Tanaman yang patah, mempunyai dua kemungkin yaitu bersemi kembali atau mati. Kemungkinan pada tunggak tan semi berarti tanaman itu tidak bersemi kembali, akan berhenti tumbuh atau berhenti berkembang, yang menyimbolkan pasangan yang tidak mempunyai keturunan. Sedangkan pisang punggel merupakan keadaan pisang yang patah di bagian pucuknya. Simbolisme pisang ini berarti dalam penghitungan primbon berarti bercerai.

3. Lumbung gumilang, boros
Masyarakat Jawa menyimpan hasil panen padi di lumbung. Lumbung gumilang berarti”lumbung padi yang bersinar, boros”. Meskipun dalam keadaan perekonmian yang bagus, tetapi menurut masyarakat Jawa, berlaku boros merupakan perbuatan yang tercela.

4. Sanggar waringin, dadi pangahuban, “beringin yang rindang”.
Pohon beringin yang rindang menjadi tempat berteduh. Artinya, pasangan calon pengantin nantinya akan dijadikan tempat mencari perlindungan.

5. Pedharingan kebak, sugih, “tempat penimpanan bersa penuh, kaya”.
Pedharingan merupakan tempat menyimpan harta kekayaan, biasanya berupa emas namun dapat juga berupa hasil bumi.

6. Satriya lelaku, becik yen laku dagang, “ksatria bertapa, kehidupannya lebih baik kalau berdagang”
7. Pandhita mukti, mukti, tentrem, ayem, slamet, “pendheta agung, memperoleh kebesaran, tenteram, damai, selamat”

Pengitungan pernikahan berdasarkan nama paling depan dan nama paling belakang. Neptu aksara dibagi 9. Aksara jenenge panganten lanang panganten wadon mung kajupuk aksarane kang ngarep dhewe lan mburi dhewe, Neptune aksara kagunggung, kabage 9, lanang turah pira, wadon turah pira (Noeradyo: 15). “Nama pengantin lelaki dan pengantin perempuan hanya diambil huruf terdepan dan paling belakang, neptu huruf dijumlahkan, dibagi 9, lelaki sisa berapa, wanita sisa berapa”.

1. 1 lan 1 becik “baik”
2. 1 lan 2becik “baik”
3. 1 lan 3 tukaran “bertengkar”
4. 1 lan 4 pegat “bercerai”
5. 1 lan 5 pegat “bercerai”
6. 1 lan 6 pegat “bercerai”
7. 1 lan 7 dadi satru “jadi musuh”
8. 1 lan 8 pati “meninggal”
9. 1 lan 9 dadi pengulu “menjadi penghulu”
10. 2 lan 2 becik “baik”
11. 2 lan 3 pati “meninggal”
12. 2 lan 4 becik “baik”
13. 2 lan 5 pegat “bercerai”
14. 2 lan 6 ala “buruk”
15. 2 lan 7 kerep pegat nanging balen “sering berpisah tetapi rujuk”
16. 2 lan 8 awet ora pegat “langgeng”
17. 2 lan 9 becik “baik”
18. 3 lan 3 tikel “berlipat ganda”
19. 3 lan 4 ora dadi “tidak jadi”
20) 3 lan 5 pegat “bercerai”
21. 3 lan 6 becik “baik”
22. 3 lan 7 bilahi “celaka”
23. 3 lan 8 pegat “bercerai”
24. 3 lan 9 becik “baik”
25. 4 lan 4 jahat “jahat”
26. 4 lan 5 pegat “bercerai”
27. 4 lan 6 pegat “bercerai”
28. 4 lan 7 dadi satru “jadi musuh”
29. 4 lan 8 dadi satru “jadi musuh”
30) 4 lan 9 diucap ala “tidak baik”
31. 5 lan 5 awan apese “mendapat sial pada siang hari”
32. 5 lan 6 pegat “bercerai”
33. 5 lan 7 pegat „bercerai”
34. 5 lan 8 pegat “bercerai”
35. 5 lan 9 becik “baik”
36. 6 lan 6 ala nanging ora pegat “buruk tetapi tidak bercerai”
37. 6 lan 7 becik “baik”
38. 6 lan 8 becik “baik”
39. 6 lan 9 pegat “bercerai”
40. 7 lan 7 becik “baik”
41. 7 lan 8 becik “baik”
42. 7 lan 9 kejahatan “kejahatan”
43. 8 lan 8 becik “baik”
44. 8 lan 9 sugih anak nemu bilahi “banyak anak akan celaka”
45. 9 lan 9 pegat ananging ora pegat “pisah tetapi tidak bercerai”

Ramalan jodoh berdasarkan tanggal lahir

Pawukon adalah ilmu perhitungan yang tersusun dari hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Cara perhitunganya yaitu mengetahui hari, pasaran, dan angka yang terdapat di mana sesorang itu telah dilahirkan.

Selain perhitungan hari dan pasaran, terdapat juga bulan dan tahun apa seseorang anak itu lahir, karena menurut masyarakat Jawa mempercayai bahwa semua itu mempunyai makna tersendiri.

Manusia itu bisa dikatakan sebagai anaknya hari dan pasaran, karena manusia dari dilahirkan sampai meninggal akan selalu berada dalam hari dan pasaran.

Kepercayaan tentang perhitungan pawukon ini merupakan ilmu titen yang telah di susun dari beberapa ratus tahun bahkan ribuan tahun yang lalu oleh nenek moyang orang Jawa.

Akan ada musibah atau malapetaka jika melanggar kepercayaan ini kecuali bagi yang tidak sengaja karena ketidaktahuannya.

Menurut masyarakat setempat kepercayaan ini untuk kebaikan masa sekarang dan yang akan datang karena kehidupan terus berjalan dan manusia memerlukan sesuatu untuk menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkanya.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa, kepercayaan perhitungan pawukon Jawa adalah perhitungan antara hari dan pasaran, yang merupakan ilmu titen dari nenek moyang terdahulu.

Untuk mengetahui ramalan jodoh berdasarkan tanggal lahir, kita harus melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Catat tanggal lahir pengantin laki-laki dan pengantin perempuan.
2. Cari weton kelahiran pengantin laki-laki dan perempuan menggunakan kalkulator weton online.
3. Cari neptu weton kelahiran pengantin laki-laki dan pengantin perempuan.
4. Kurangi neptu weton yang didapatkan dengan 9. Catat angka sisanya.
5. Cocokkan sisanya dengan tabel ramalan jodoh berdasarkan tanggal lahir.

laki-laki lahir tanggal 19 Januari 1985
Perempuan Lahir tanggal 2 Agustus 2000

Dari tanggal kelahiran pengantin laki-laki tanggal 19 Juni 1985 didapatkan weton kelahiran Rabu Pahing
Dari tanggal kelahiran pengantin Perempuan tanggal 27 Juli 2000 didapatkan weton kelahiran Kamis Wage

Kita lihat neptu kedua pengantin berdasarkan tabel Neptu Weton berikut:

Neptu Weton

WetonNeptu Weton
Senin Pahing13
Senin Pon11
Senin Wage8
Senin Kliwon12
Senin Legi9
Selasa Pahing12
Selasa Pon10
Selasa Wage7
Selasa Kliwon11
Selasa Legi8
Rabu Pahing16
Rabu Pon7
Rabu Wage11
Rabu Kliwon15
Rabu Legi12
Kamis Pahing17
Kamis Pon15
Kamis Wage12
Kamis Kliwon16
Kamis Legi13
Jumat Pahing15
Kamis Pon13
Jumat Wage10
Jumat Kliwon14
Jumat Legi11
Sabtu Pahing18
Sabtu Pon16
Sabtu Wage13
Sabtu Kliwon17
Sabtu Legi14
Minggu Pahing18
Minggu Pon16
Minggu Wage13
Minggu Kliwon17
Minggu Legi14

Sekarang kita cocokkan weton kelahiran kedua pengantin, laki-laki dan perempuan dengan tabel Neptu Weton, kita dapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:
Kelahiran laki-laki Rabu Pahing. Neptunya 17 Jumlah neptu dikurangi 9, 17-9 = 8
Kelahiran Perempuan Kamis Wage. Neptunya 12 Jumlah neptu dikurangi 9, 12-9 = 3

Sisa yang didapatkan dari laki-laki dan Perempuan adalah 8 dan 3 atau sama dengan 3 dan 8. Untuk mengetahui ramalan jodoh dari tanggal lahir kedua calon pengantin tersebut, angka sisa ( 3 dan 8) kita cocokkan dengan tabel ramalan jodoh berdasarkan tanggal lahir dibawah ini:

SISA NEPTUARTINYA
1 dan 1Baik dan dikasihi
1 dan 2Baik
1 dan 2Kuat,jauh rezeki
1 dan 3Banyak bahayanya
1 dan 5Cerai
1 dan 6Jauh dari kemakmuran
1 dan 7Banyak musuh
1 dan 8Terombang ambing
1 dan 9Menjadi beban
2 dan 2Selamat,banyak rezeki
2 dan 3Miskin
2 dan 4Banyak cobaan
2 dan 5Banyak bahayanya
2 dan 6Cepat kaya
2 dan 7Anaknya banyak yg meninggal
2 dan 8Tersedia rezekinya
2 dan 9Banyak rezekinya
3 dan 3Miskin
3 dan 4Banyak cobaan
3 dan 5Banyak bahayanya
3 dan 6Cepat kaya
3 dan 7Anaknya banyak yg meninggal
3 dan 8Tersedia rezekinya
3 dan 9Banyak rezekinya
4 dan 4Sering sakit
4 dan 5Banyak rencananya
4 dan 6Banyak rezeki
4 dan 7Miskin
4 dan 8Banyak halangannya
4 dan 9Kalah Satu
5 dan 5Beruntung terus
5 dan 6Tersedia rezekinya
5 dan 7Tercukupi,makmur
5 dan 8Banyak kendala
5 dan 9Makmur
6 dan 6Besar halangannya
6 dan 7Rukun
6 dan 8Banyak musuh
6 dan 9Terombang ambing
7 dan 7Penghianatan
7 dan 8Mendapat bahaya dari diri sendiri
7 dan 9Tulus Pernikahannya
8 dan 8Disayangi orang
8 dan 9Banyak kesialannya

Dari sisa pengurangan yang kita dapatkan yaitu angka ” 3 dan 8″ dan kita cocokkan dengan tabel ramalan jodoh berdasarkan tanggal lahir maka didapatkan arti “Tersedia rezekinya” yang bermakna pernikahan kedua calon pengantin ini tidak akan kekurangan rezeki dan berkemungkinan kaya.

Demikianlah artikel tentang ramalan kecocokan jodoh berdasarkan nama pasangan dan tanggal lahir, Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kita semua tentang hitungan jodoh berdasarkan kitab primbon.