Home » primbon » Mencari hari baik pasang tarub dan filosofinya

Mencari hari baik pasang tarub dan filosofinya

Tradisi pasang tarup (terop) dalam hajat mantu ataupun hajat lainnya di lakukan untuk menampung para tamu yang datang berkunjung. Karena bila tidak di dirikan tarub, maka di pastikan tamu yang banyak datang tidak tertampung dalam satu rumah. karena itu di dirikanlah tarub. Bangunan ini tidak permanen, hanya di dirikan sebelum hajatan di mulai dan di robohkan kembali setelah selesai acara hajatan. Selain mencari hari baik mendirikan/memasang tarub, pada artikel ini kami juga akan menjelaskan tentang filosofi tarub.

Arti tarub

Tarub berasal dari kata ditata karep ben murup (ditata agar lebih hidup). Arti tarub merupakan kependekan dari kalimat jawa yaitu ditata supaya murub (bercahaya). Banyak istilah lain yang menggunakan kata tarub ini. Misalnya “Wong pasang tarub pratandha yen duwe gawe” yang artinya Mereka memasang tanda-tanda bahwa tenda harus bekerja. Tapi tentu saja ini tidak terkait dengan tradisi pasang tarub untuk hajatan.

Filosofi dan maknanya

hari baik pasang tarub dan filosofinya
cara menghitung hari baik pasang tarub dan penjelasan filosofinya.

Membuat tarub bukanlah sekedar untuk tempat menampung tamu undangan. Tapi ada filosofi dan makna dari dekorasi hiasan di sekitar tarub dan rumah pelaksana hajatan.

Pasang tarub bleketepe

filosofi cengker kuning kelapa untuk tarub
tarub bleketepe.

tradisi ini juga dilakukan pemasangan berbagai hiasan seperti anyaman daun kelapa untuk peneduh (bleketepe) rangkaian janur kuning biasanya dipasang pada hiasan pintu masuk. Janur kuning dalam pernikahan adat jawa bisa dimaknai sebagai niat dari hati yang bersih menikahkan anak karena berharap ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. Janur bermakna sejane ning Nur (Harapan pada Nur Ilahi) dan kuning berarti kalbu kang wening (hati yang bening/bersih).

Pisang tuwuhan/suluhan

Pisang tuwuhan/suluhan
filosofi tarub pisang tuwuhan/suluhan

Pisang suluhan merupakan buah Pisang Raja yang sebagaian buahnya sudah masak secara alami (suluh), juga sering disebut sebagai hiasan pisang tuwuhan (pisang utuh) karena pisang suluhan yang dipasang masih lengkap dengan daun, batang, bahkan akarnya.

filosofi dari pisang tuwuhan/suluha bermakna kedua mempelai adalah pribadi yang benar-benar sudah dewasa, bukan produk karbitan. Dari pasangan yang sudah dewasa dan dapat saling bersikap dewasa dalam berumah tangga, maka bahagia dan sejahtera akan lebih mudah digapai, mereka juga akan mampu melahirkan benih yang utama, terpilih dan terpuji (Ngudi ambabar tuwuh).

Cengkir kuning/gading (kelapa gading muda)

Cengkir dari kata kencengging pikir (teguh pemikirannya/kemauan yang keras), Gading atau warna kuning dari kata kalbu kang wening (hati yang bening/bersih). Dari cengkir gading inilah ada sebuah pesan bahwa kedua mempelai diharapkan dapat memiliki kemauan yang keras dari hati yang suci untuk dapat mencapai tujuan bersama.

Tebu wulung (tebu warna hitam)

Tebu wulung
Filosofi tarub Tebu wulung.

Secara filosofi Tebu berarti anteb ing kalbu (yakin dalam hati), dan Wulung yang berarti ulung, unggulan, sejati dan murni. Maknanya, dari mempelai diharapkan dalam membangun rumah tangga memiliki keyakinan yang teguh dalam hati, sehingga mampu menciptakan keluarga yang bahagia, sejahtera.

Hitungan mencari hari baik pasang tarub

Dalam hal mendirikan tarub ini telah di jelaskan oleh orang tua, bahwa bila mau memasang tarub ini 3 hari dari hajat itu di laksanakan. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan nilai hari tujuh dan nilai hari pasaran dimana akan di dirikan tarub itu.

Perhitungan pemasangan tarub ini di lakukan untuk mendapatkan hari baik sesuai tanggalan jawa. Sehingga pemilik rumah dan pelaksana hajatan terhindar dari nasib buruk yang di akibatkan pemasangan tarub.

Artikel terkait: Mencari hari baik pernikahan menurut primbon

Berikut ini akan di jelaskan cara  mencari hari baik pasang tarub dengan menjumlahkan nilai hari tujuh dan nilai hari pasaran. Bila hari tujuh dan nilai hari pasaran berjumlah:

Neptu
Artinya
7
Hidupnya akan selalu kesenangan.
8
Hidupnya akan selalu kecelakaan.
9
Hidupnya akan berakibat buruk.
10
Hidupnya akan mendapatkan kebaikan.
11
Hidupnya akan selalu mendapatkan kesulitan.
12
Hidupnya akan selalu penuh rintangan.
13
Hidupnya akan penuh ketentraman.
14
Hidupnya akan selalu mendapatkan kesusahan.
15
Hidupnya akan selalu mengalami penderitaan.
16
Hidupnya akan mendapatkan keluruhan,
17
Hidupnya akan mengalami kesusahan.
18
Hidupnya akan penuh dengan halangan.

Demikianlah cara menghitung hari-hari yang baik dan buruk untuk mendirikan tarub beserta filosofinya. Dalam hajat mantu maupun hajat yang lainnya. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam rangka menambah khazanah budaya jawa.

Share on: