Macam Macam Dialek Bahasa Jawa Tengah

contoh bahasa jawa ngoko dan bahasa jawa krama

Keraton Solo dan Yogyakarta yang di anggap sebagai pusat budaya jawa menjadi acuan standar bahasa jawa. Penduduk jawa tengah yang mayoritas suku jawa menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa keseharian mereka. Secara umum bahas jawa terdiri atas dua dialek berikut: 1. Dialek Timuran, yaitu dialek daerah solo dan dialek Semarang. 2. Dialek Kulonan, yaitu dialek Banyumasan … Baca Selengkapnya

Hari Dan Pasaran Jawa Arti Angka Neptu Dalam Kalender Jawa

pasaran jawa

Hari dan pasaran jawa yang biasa kita lihat dalam kalender jawa memiliki nilai dalam bentuk angka yang disebut neptu. Penanggalan jawa yang terdiri dari hari, pasaran, bulan dan tahun masing-masing memiliki angka neptu. Hari pasaran jawa berjumlah 5 hari dalam penanggalan jawa setiap Minggunya. Tentunya berbeda dengan jumlah hari dalam sepekan/seminggu pada kalender masehi yang … Baca Selengkapnya

Aksara Jawa Lengkap Dengan Pasangan

Aksara Wyanyjana (Konsonan) Carakan dan Pasangan

Alfabet Jawa (Carakan) Tulisan paling awal yang diketahui dalam bahasa Jawa berasal dari abad ke-4 M, di mana pada waktu itu bahasa Jawa ditulis dengan alfabet Pallava. Pada abad ke-10 alfabet Kawi, yang dikembangkan dari Pallava, memiliki bentuk Jawa yang berbeda. Untuk periode dari abad ke-15 dan seterusnya, bahasa Jawa juga ditulis dengan versi alfabet … Baca Selengkapnya

Belajar Dialek Bahasa Jawa Kasar dan Bahasa Jawa Halus Beserta Contohnya

bahasa jawa kasar dan bahasa jawa halus beserta contohnya

Bahasa Jawa adalah bahasa pertuturan yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia. Untuk belajar bahasa jawa, harus di perhatikan terlebih dahulu apakah anda akan belajar bahasa jawa kasar atau bahasa jawa halus. Ngoko atau Kromo. Bahasa Jawa terbagi menjadi dua yaitu Ngoko … Baca Selengkapnya

5 larangan menikah dalam tradisi suku Jawa

larangan menikah suku jawa

Tradisi larangan menikah ini sangatlah kental dalam masyarakat suku jawa, mereka tidak berani melanggar larangan-larangan tersebut karena banyak kalangan masyarakat yang memiliki kepercayaan bahwa tradisi larangan itu akan mengakibatkan hal buruk atau musibah seperti kesulitan ekonomi, tertimpa penyakit, perceraian dan kematian dan sebagainya. Sehingga penundaan bahkan pembatalan pernikahan jadi sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. … Baca Selengkapnya